Jangan Vaksin Difteri Jika Anda Alami Kondisi Ini

Vaksin difteri tak boleh diberikan pada sembarang orang. Ada aturan yang perlu dipatuhi agar efeknya tidak menjadi bumerang.

Difteri adalah penyakit saluran napas akut yang disebabkan oleh racun bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini sangat mudah menular, berbahaya dan bisa merenggut nyawa siapa pun yang mengalaminya. Meski begitu, difteri sebenarnya bisa dicegah dengan penggunaan vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus).

Sebagaimana dikatakan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, vaksin difteri dapat melindungi penderitanya dari risiko penyakit difteri. Kalaupun nantinya tertular, orang yang sudah vaksin umumnya hanya mengalami keluhan yang masih dapat ditoleransi.

Lebih lanjut, dr. Sara mengatakan bahwa untuk benar-benar mencegah penyakit difteri, seseorang wajib melakukan imunisasi difteri lengkap, yaitu:

  • Diberikan tiga kali pada anak di bawah usia 1 tahun
  • Diberikan vaksin ulang sebanyak dua kali untuk anak usia 1–5 tahun
  • Mendapatkan vaksin ulang saat usia sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
  • Vaksin ulang setiap 10 tahun pada orang dewasa.

“Dengan mengikuti jadwal yang sesuai, kekebalan terhadap difteri yang ada pada tubuh menjadi maksimal,” tutur dr. Sara.

Dilarang vaksin difteri jika …

Anda mutlak dilarang untuk mendapat vaksin difteri jika pernah mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis) pada pemberian vaksin sebelumnya. Selain itu, Anda juga sebaiknya menahan diri untuk tidak mendapatkan vaksin difteri jika:

  • Mengalami sakit derajat sedang atau berat, dengan atau tanpa demam. Pada kondisi ini, vaksin wajib ditunda sementara. Setelah sembuh sepenuhnya, barulah vaksin boleh diberikan.
  • Mengalami kejang berkepanjangan atau koma dalam 7 hari setelah pemberian vaksin difteri sebelumnya.
  • Memiliki kondisi Guillain-Barre Syndrome (GBS) yang muncul 6 minggu setelah vaksin difteri sebelumnya.
  • Mempunyai riwayat kondisi saraf (neurologis) yang tidak stabil, seperti kejang.
  • Mengalami nyeri hebat atau bengkak setelah vaksin difteri sebelumnya.

Jika Anda mengalami salah satu kondisi di atas namun sangat ingin mendapatkan vaksin difteri, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Karena, beberapa keadaan di atas hanya meminta Anda untuk menahan diri, bukannya menghindari sama sekali. Namun, untuk tahu kepastian akan kondisi yang dimaksud, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sangat diperlukan.

Tags: